NATUNA – Pemerintah Kabupaten Natuna memperkuat pelayanan langsung kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Bunguran Timur Laut.
Tidak hanya menyalurkan bantuan pangan, pemerintah daerah juga menghadirkan dokter spesialis untuk pemeriksaan kesehatan serta menyerahkan perlengkapan keselamatan bagi nelayan.
Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat tersebut mencakup sejumlah kebutuhan dasar, mulai dari pangan dan kesehatan hingga keselamatan warga yang menggantungkan penghidupan dari aktivitas melaut.
Camat Bunguran Timur Laut Tarmizi mengatakan penyaluran bantuan pangan di wilayah kecamatannya secara keseluruhan telah menyasar 685 kepala keluarga (KK) dengan total bantuan mencapai 20.550 kilogram atau 20,55 ton beras.
Selain bantuan pangan, pemerintah juga memberikan bantuan kepada 12 KK keluarga miskin ekstrem dan 79 KK lansia.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah melalui Ibu Bupati yang telah memberikan bantuan dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat kami,” ujar Tarmizi.
Dokter Spesialis Turun ke Desa
Tak berhenti pada bantuan pangan, Pemerintah Kabupaten Natuna juga membawa dokter spesialis untuk memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan secara langsung kepada masyarakat.
Bupati Natuna Cen Sui Lan mengatakan pemeriksaan kesehatan perlu dilakukan oleh seluruh kelompok masyarakat, tidak hanya mereka yang sedang mengalami keluhan kesehatan.
“Hari ini kita membawa dokter spesialis. Untuk apa? Supaya badan kita sehat dan kita bisa cek kesehatan. Bagi perempuan, laki-laki, ibu hamil, yang mau menikah, sampai anak-anak harus cek kesehatan,” kata Cen.
Menurutnya, pelayanan kesehatan yang didekatkan kepada masyarakat diharapkan dapat mendorong warga untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan sejak dini.
Pemeriksaan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, terutama bagi warga desa yang tidak selalu memiliki kesempatan mendapatkan layanan secara langsung dari tenaga medis spesialis.
20 Life Jacket untuk Nelayan
Pada kesempatan yang sama, pemerintah menyerahkan 20 life jacket kepada nelayan yang tergabung dalam empat kelompok nelayan di Desa Tanjung dan Desa Serasan.
Bagi Cen, pemberian perlengkapan keselamatan tersebut tidak boleh berhenti sebagai kegiatan penyerahan bantuan. Ia meminta nelayan benar-benar menggunakan life jacket ketika melaut.
“Life jacket ini taruh di kapal, supaya kalau terjadi apa-apa bapak selamat. Jangan disimpan. Pakai dan taruh di pompong atau perahu kita,” tegasnya.
Pesan tersebut disampaikan karena aktivitas nelayan memiliki risiko yang tidak dapat dipisahkan dari kondisi laut.
Karena itu, perlengkapan keselamatan harus berada di tempat yang mudah dijangkau dan siap digunakan ketika dibutuhkan.
Cen menekankan, bantuan yang diberikan pemerintah harus memberikan manfaat nyata bagi penerimanya, termasuk dalam hal perlindungan keselamatan nelayan saat menjalankan aktivitas sehari-hari.
Desa Lain Bisa Mengusulkan
Cen juga membuka kesempatan bagi desa-desa lain di Kabupaten Natuna untuk mendapatkan pelayanan serupa.
Pemerintah desa yang membutuhkan kegiatan pasar murah maupun pemeriksaan kesehatan gratis diminta segera menyampaikan usulan kepada pemerintah daerah.
“Bagi desa-desa yang mau mengadakan pasar murah atau cek kesehatan gratis, segera daftarkan. Kita akan keliling melihat desa-desa yang lain, jangan hanya Desa Tanjung,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan adanya ruang bagi desa-desa lain untuk mengusulkan kebutuhan masyarakat secara langsung, sehingga kegiatan pelayanan tidak hanya terpusat di satu wilayah.
Pelayanan Langsung ke Masyarakat
Tarmizi mengapresiasi kunjungan pemerintah daerah beserta berbagai bantuan dan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat Bunguran Timur Laut.Ia berharap pola kunjungan langsung seperti itu dapat terus dilakukan.
Menurutnya, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat membuat berbagai persoalan yang dihadapi warga dapat disampaikan secara langsung dan dibicarakan untuk dicarikan solusi bersama.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah melalui Ibu Bupati yang telah memberikan bantuan dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat kami,” katanya.
Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak hanya menyangkut pemenuhan kebutuhan pangan.
Di saat yang sama, pemerintah juga berupaya mendekatkan akses kesehatan dan memperhatikan keselamatan masyarakat yang bekerja di sektor kelautan.
Dengan 20,55 ton beras untuk 685 KK, bantuan bagi 12 KK keluarga miskin ekstrem dan 79 KK lansia, pelayanan dokter spesialis, serta 20 life jacket bagi nelayan, pemerintah daerah membawa sejumlah bentuk pelayanan dasar langsung lebih dekat kepada masyarakat desa.
Bagi warga, kehadiran pemerintah secara langsung juga menjadi ruang untuk menyampaikan kebutuhan dan persoalan yang mereka hadapi, sehingga program yang diberikan dapat terus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di lapangan. (Rap)

