Nelayan Natuna (ist)
Nelayan Natuna (ist)

Natuna, Lendoot.com -Asuransi bagi nelayan yang ditetapkan pemerintah daerah di Naturan sudah mulai dirasakan manfaatnya bagi masyarakat nelayan. Khususnya bagi nelayan di wilayah Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.

PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) Natuna sudah memberikan klaim kepada beberapa orang nelayan yang mengikuti program asuransi nelayan tersebut.

“Bagi yang meninggal saat melaut mendapat santunan sebesar Rp 200 juta, sedangkan yang meninggal di darat dengan normal diberikan santunan sebesar Rp 160 juta,” ujar Mursalim, selaku perwakilan pengurus Koperasi Mutiara Ujung Natuna di Natuna, Selasa (06/12/2017), seperti dikutip dari Kepri Media Group.

Mursalim mengatakan, untuk mendapatkan klaim tidak rumit. Nelayan yang telah mengikuti program tersebut harus melengkapi surat keterangan kecelakaan dari Polair setempat, keterangan ahli waris, dan keterangan dari Dinas Kelautan dan Perikanan setempat.

“Kementrian kelautan sangat membantu para nelayan, urusan kematian saja juga tak luput perhatian, kami merasakan manfaatnya.” ujar Mursalim mewakili nelayan lainnya.

Selain ada manfaatnya itu, sambung Mursalim, ada juga kendala bagi koperasi. Para nelayan yang telah mendapat bantuan kapal oleh kementerian kelautan, namun hingga kini sebagian pengurusan surat kapal belum diterima.

“Kami berharap kementerian Perhubungan laut (Kemenhubla) yang berwenang mengeluarkan surat kapal agar segera peroses dokumen, tidak menunggu lama agar para nelayan segera dapat berlayar dengan tenang,” tutupnya.

Sebelumnya saat kunjung ke Natuna berapa bulan lalu melalui keterangan pers Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Natuna akan segera selesai. Target peresmiannya akan dilakukan oleh Presiden Joko Widodo.

Menurutnya, bangunan fisik SKPT Natuna telah rampung sejak bulan lalu. Selain itu, pasokan listrik sudah siap, sementara fasilitas pendingin dan pasokan bahan bakar masih perlu ditambah.

Susi berharap sentra perikanan ini dapat menghidupkan kegiatan ekonomi masyarakat di sekitar Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. Untuk menarik kapal-kapal singgah, pemerintah akan memastikan operasional fasilitas pendingin sebagai pendukung pasar ikan segar.

Menurutnya, SKPT Natuna akan menjadi pusat kegiatan jual beli ikan dan pertemuan nelayan di Natuna dengan konsumen atau pedagang. “Pembeli dari luar akan berintegrasi ke sini, nanti akan belanjanya di sini juga kan,” ujarnya.

Selain itu, Pemerintah Daerah bisa mendapat keuntungan dari retribusi kegiatan yang ada di SKPT. Lalu, sebagian dari pendapatan nelayan bisa masuk ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI).

Susi menyebut, Natuna merupakan titik penting kedaulatan Indonesia. Tumbuhnya kegiatan ekonomi masyarakat di Laut Natuna Selatan (sebelumnya Laut Cina Selatan) akan mengukuhkan klaim kepemilikan negara.

“Bukan sekadar wilayah ekonomi semata, tetapi juga titik strategis pertahanan kita,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, investasi yang ada di SKPT Natuna diurus oleh PT Perikanan Nusantara dan Perum Perikanan Indonesia.

Selain itu, Japan International Cooperation Agency (JICA) juga membeikan bantuan pangkalan pendaratan ikan terintegrasi dan pembangunan pelabuhan. (kmg/rikyrinovsky)