Karimun, Lendoot.com – Senin (13/3/2017) sore instansi terkait, di antaranya; Satpol PP, Dinas Perhubungan dan Perusda turun menyerahkan surat peringatan kepada para pedagang di pasar yang membuka lapak jualan di sepanjang jalan haji Arab.

Sebelum turun menyerahkan surat peringatan kepada para pedagang, seluruh intansi terkait mengadakan rapat pembahasan di kantor Lurah Sungai Lakam Timur. Adapun isi dari surat peringatan tersebut adalah kawasan tersebut bebas dari pedagang kaki lima.

Asisten I Bidang Pemerintahan Kabupaten Karimun, Muhammad Tang mengatakan, penertiban akan dimulai dengan pemberian SP pertama. Pemberian ini berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Karimun nomor 124 tahun 2017 tentang tim jalan Haji Arab bebas dari pedagang kaki lima.

“SK Bupati sudah keluar. Kita juga sudah melakukan rapat dan sekarang menindak lanjutnya. Sekarang kita warning terlebih dahulu. Tahap akhirnya kita penertiban,” kata Muhammad Tang di sela rapat di Kantor Lurah Sei Lakam Timur.

Apabila dalam tujuh hari pedagang tidak mengindahkannya maka petugas kembali menberikan SP kedua. Jika pedagang masih berjualan maka tiga hari selanjutnya petugas memberikan SP ketiga.

Namun Muhammad Tang menyebutkan Pemerintah Daerah belum ada merencanakan relokasi pedagang yang akan ditertibkan.

“Untuk relokasi belum ada. Hanya Dinas Perdagangan telah melihat beberapa pasar swasta yang belum difungsikan. Seperti di Kolong Atas dan Baran II,” tambah Tang.

Berdasarkan pendataan dari pihak Satuan Polisi Pamong Praja hingga Februari kemarin, jumlah pedagang telah mencatat sebanyak 58 pedagang di jalan raya pinggir laut itu. Namun diakui petugas, masih ada belasan hingga puluhan pedagang lain yang belum terdata. (ian)