Bupati Karimun Aunur Rafiq

Karimun, Lendoot.com – Bantuan Sembilan Bahan Pokok (Sembako) dari Pemerintah Provinsi Kepri sejumlah 35 ribu kepala keluarga (KK) difokuskan kepada penerima yang belum pernah mendapatkan bantuan.

Perihal itu disampaikan Bupati Karimun Aunur Rafiq pada saat peluncuran program Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Gedung Nasional Karimun, Senin (11/5/2020).

Menurut orang nomor satu di kabupaten ini, bantuan dari Pemerintah Provinsi Kepri itu akan diperuntukkan bagi warga yang tidak dapat Sembako dari Pemkab Karimun sebelumnya.

“Bagi yang belum mendapat (Sembako dari Pemkab Karimun,red) kemarin,” kata Rafiq, Senin (11/5/2020).

Ia mengatakan, jumlah penerima bantuan dari Pemprov Kepri itu sebanyak 35 ribu KK . Jumlah itu merupakan warga yang tidak mendapatkan bantuan paket Sembako dari Pemkab Karimun beberapa hari lalu.

“Ada sekitar 35 ribu KK yang akan menerima,” kata Rafiq.

Terkait bantuan paket sembako dari Pemprov Kepri itu, Rafiq menyebut Senin (11/5/2020) siang sekitar pukul 13.00 WIB, akan ada acara penandatanganan berita acara antara Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim dengan Plt Gubernur Kepri, Isdianto.

“Sebenarnya, awalnya jumlah kuota paket Sembako yang diterima Kabupaten Karimun dari Pemprov Kepri sekitar 40 ribu paket. Setelah didata ulang sama Ketua RT dan Lurah, akhirnya diketahui jumlah calon penerima sekitar 35 ribu KK,” katanya.

Sementara untuk kelebihan paket sebanyak 5 ribu itu dikembalikan kembali kepada Pemerintah Provinsi Kepri. Hal itu, dikarenakan secara keseluruhan warga yang belum menerima bantuan telah terakomodir.

“Kalau kita ambil mau dikasihkan kemana? Nanti salah lagi,” kata Rafiq seraya tersenyum.

Perihal keberadaan paket sembako bantuan dari Pemprov Kepri tersebut, Rafiq mengatakan masih menunggu.

“Belum, ini saya juga nunggu. Kalau ditanya kapan sampainya, saya tak bisa pastikan, kalau saya maunya secepatnya,” kata Rafiq.

Rafiq juga menyebut, paket sembako bantuan dari Pemprov Kepri itu akan dikirim dari Batam. Bantuan langsung nanti di drop pihak Pemprov ke kecamatan, kemudian dari kecamatan nanti ke kelurahan. (rk)