Karimun, lendoot.com – Jajaran Kepolisian Resor Karimun memastikan terbakarnya tiga unit mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di Desa Perayun Kecamatan Kundur Barat Kabupaten Karimun disengaja.

Berdasarkan hasil penyelidikan dilakukan oleh penyidik Satreskrim Polres Karimun, terbakarnya tiga unit mesin ATM itu dilakukan dengan sengaja untuk menghilangkan bukti bahwa telah terjadi tindak pembobolan.

Kapolres Karimun AKBP Muhammad Adenan mengatakan berdasarkan hasil penyelidikan selama dua pekan, pihaknya memastikan ada unsur kesengajaan yang terjadi dalam kasus tersebut.

“Kita menemukan sejumlah kejanggalan dalam kasus tersebut dan terus melakukan penyelidikan. Hasilnya, didapati ATM Centre itu sengaja dibakar,” kata Adenan, Selasa (29/12/2020).

Adenan melakukan, pihaknya telah mengungkap kasus tersebut dan menetapkan seorang tersangka. Adapun pelakunya merupakan teknisi mesin ATM berinisial DH (29) yang biasanya mengisi uang di mesin tarik tunai tersebut.

“Uang itu ingin dikuasai pelaku dan kemudian membakar mesin ATM itu untuk menghilangkan jejak,” katanya.

Kapolres menyebutkan, pelaku membakar mesin ATM itu dengan cara menyiramnya dengan bensin dan kemudian dibakar. Selain itu, pelaku yang telah mengetahui tempat tersebut juga memutuskan kabel kamera pemantau.

“Agar tidak diketahui aksinya, pelaku memutus kabel kamera CCTv, sehingga perbuatannya tidak terekam,” katanya.

Pelaku dalam aksinya telah merencanakan lebih dulu, tepatnya 3 hari sebelum terjadinya kebakaran itu. Pelaku telah lebih dulu melakukan pemotongan kabel CCTv serta menyiapkan uang pengganti untuk menutup uang yang telah ia ambil.

“Pelaku sudah siapkan uang ribuan untuk uang penganti untuk menutupi uang yang hilang,” katanya.

Dari pengakuan pelaku DH, ia menggondol uang dalam ATM sebanyak Rp 810 juta. Uang tersebut diketahui digunakan untuk digunakan disalah satu platform investasi Binomo.

“Total Rp 810 juta, uang itu semuanya digunakan untuk bermain saham di Binomo. Kita hanya berhasil menagamankan uang sebesar Rp 2.5 juta dan uang seribuan, uang seribuan ini digunakan pelaku untuk menutupi uang yang diambilnya di ATM,” katanya.

Adenan mengungkapkan, pelaku juga saat melakukan pembakaran telah memanipulasi kejadian dengan meninggalkan besi dan linggis, jadi seolah- olah ada dugaan tindak pidana murni dimana uang di ATM itu telah diambil.

Atas perbuatan pelaku, ia dijerat dengan pasal pembakaran 187 KUHp dan pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana minimal 7 tahun penjara. (rko)