Batam, Lendoot.com – Deputi IV BP Batam, Eko Budi Soepriyanto menyampaikan, selain Manila Water Company (MWC), perusahaan penyedia air minum asal Jepang, Yokohama Water, memastikan diri ikut tender pengelolaan air di Dam Tembesi, Batam.

Total ada 23 investor yang sudah menyatakan minatnya ikut tender melayani kebutuhan air untuk masyarakat Batam.

Mereka memiliki keunggulan masing-masing, dari sekian banyak calon investor tersebut mereka harus mengikuti lelang dan nanti Tim Lelang yang akan menentukan mana yang terbaik.

“Yokohama Water pernah menjalin kerjasama dengan perusahaan air di Indonesia. Latar belakang dan kinerja perusahaan air asal Jepang itu terbilang baik. Pilihan terbaik jadi syarat untuk pemenang tender. Lantaran, air yang dikelola itu diperuntukkan melayani kebutuhan masyarakat Batam,” ujar Eko.

Saat ini air memang jadi primadona, yang tidak bergerak di bidang airpun mau ikut main air. Tim panitia tender pengelolaan air sudah melakukan rapat dan membuat jadwal untuk rencana market sounding Dam Tembesi. Tim itu terdiri dari beberapa deputi di BP Batam. BP Batam cukup serius dengan rencana tender pengelolaan air di Dam Tembesi ini dan akan bekerja sama dengan beberapa konsultan.

Sebelumnya diberitakan, Manila Water Company (MWC) akan ikut berkompetisi dalam rencana tender pengelolaan air di Batam. Hal ini dibenarkan Kepala Kantor Pengelolaan Air dan Limbah BP Batam, Binsar Tambunan. Bahkan dikatakan, MWC tertarik mengikuti dua tender sekaligus. Yakni untuk tender instalasi pengolahan air di Dam Tembesi dan konsesi air Batam setelah 2020.

Binsar tak menampik, kiprah MWC dalam pengelolaan air selama ini memang terbilang bagus. Apalagi perusahaan tersebut juga sudah melaksanakan konsep pengelolaan air bersih sekaligus air limbah. Itu sesuai dengan hal yang akan yang diterapkan di Batam setelah konsesi air dan sistem perpipaan air limbah dengan bantuan dana dari Korea Selatan untuk wilayah Batam Center selesai pada 2020 mendatang.

Adhya Tirta Batam (ATB) juga akan berpartisipasi dalam rencana tender pengelolaan air itu. Deputi IV BP Batam, Eko Budi Soepriyanto mengatakan, BP Batam memang memberi kesempatan luas kepada investor yang tertarik ikut tender pengelolaan air di Batam. Berarti ATB yang belakangan ini sering mendapat keluhan dari masyarakat sehubungan aliran airnya sering mati, harus lebih semangat lagi. Karena masih banyak investor lain yang siap melayani kebutuhan air masyarakat Batam.

“Kita akan lakukan kerjasama pemanfaatan aset, bisa dengan swasta, BUMN (Badan Usaha Milik Negara). Dengan siapa saja yang menang dan siapa yang terbaik,” kata Eko. (*)

Sumber: Mediakepri.co.id