Ilustrasi SKTM. (net)
Ilustrasi SKTM. (net)

Karimun, Lendoot.com – Dinas Sosial Kabupaten Karimun memastikan fasilitas berobat bagi masyarakat tak mampu berupa SKTM (surat keterangan tidak mampu) dan Jamkesda (Jaminan Kesehatan Daerah) sudah tak dapat lagi digunakan sejak Januari 2019.

“Tidak berlaku lagi, sementara warga yang mau berobat pakai fasilitas apa ya kita belum tahu, untuk fasilitasnya itu ke dinas kesehatan yang lebih tahu. Kita cuma mendata saja,” kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Karimun, M Syahruddin seperti dikutip dari Kepri Media Group.

Nantinya, masyarakat tidak mampu yang biasa menggunakan Jamkesda dan atau SKTM akan tetap tercover jaminannya kesehatannya. Namun data penerima ini dimasukkan ke dalam data para penerima iuran jaminan kesehatan lainnya, seperti BPJS (badan penyelenggara jaminan sosial), yang iurannya ditanggung pemerintah pusat.

“Datanya sudah kita sampaikan ke pusat, dengan jumlah 48.937 jiwa. Sampai saat ini belum keluar,” jelas Syahruddin.

Setiap tahun angka tersebut, sebut Syahrudin, divalidasi. Angka tahun 2018 lalu ada 55.123 jumlah orang miskin di Kabupaten Karimun, tahun ini kita validasi lagi dan berkurang sehingga jumlahnya menjadi 48.937 jiwa.

“Masih kita  tunggu berapa yang disampaikan ke kita. Data itu sudah saya serahkan di awal Januari kemarin kepada Kementerian Sosial,” jelas Syahruddin lagi.

Sementara itu, Syahruddin mengatakan, kategori miskin adalah masyarakat yang berpenghasilan kurang dari Rp 300 ribu per bulan.

Angka 48.937 masyarakat miskin tersebut juga sudah mencakup keseluruhan penerima bantuan untuk masyarakat miskin. Mulai dari beras sejahtera (sebelumnya beras miskin), bantuan untuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan masih banyak lagi program lainnya. (KMG)