seorang tahanan sedang didata petugas dalam sebuah acara di Rutan Kelas IIB Tbk, beberapa waktu lalu. (dok)
seorang tahanan sedang didata petugas dalam sebuah acara di Rutan Kelas IIB Tbk, beberapa waktu lalu. (dok)

Karimun, Lendoot.com – Dari seluruh warga binaan yang ada di Rumah Tahanan Kelas B Tanjungbalai Karimun, yang masuk ke dalam DPTB (Daftar Pemilih Tambahan) untuk Pemilu 2019 belum mencapai 50 persen.

Diketahui jumlah warga binaan sebanyak 339 orang. Dari jumlah tersebut baru sebanyak 154 orang yang telah masuk ke DPTB. Sementara yang memiliki hak pilih tapi belum terdaftar sebanyak 170 orang.

Sementara untuk 10 orang lainnya akan bebas sebelum tanggal 17 April 2019 atau di hari pencoblosan. Sedangkan lima lainnya tak memiliki hak pilih, yaitu satu anak-anak dan empat orang WNA.

“Baru 154 yang masuk DPTB. Yang menentukan daftar pemilih itu KPU. Daftar BPTB di Rutan sudah diperbaharui beberapa kali. Jumlah itu bisa saja berubah lagi sampai jelang hari pencoblosan,” kata Kepala Rutan Kelas B Tanjungbalai Karimun, Eri Erawan belum lama ini.

Sebelumnya Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disduk Capil) Kabupaten Karimun telah mendata dan melakukan perekaman e-KTP terhadap warga binaan Rutan Tanjunhbalai Karimun.

Hasilnya sebanyak 29 warga binaan sudah merekam di Rutan Karimun. Sedangkan 11 lainnya merekam di Rutan atau Lapas luar Karimun.

Selain itu warga binaan yang telah merekam sebelum berada di Rutan sebanyak 197 orang di Kabupaten Karimun dan 67 orang di luar Karimun.

Namun sebanyak 20 warga binaan belum bisa merekam karena Disduk Capil tidak menemukan data mereka. Umumnya yang datanya tidak ditemukan tersebut merupakan warga binaan yang berasal dari luar Kabupaten Karimun.

Eri Erawan menyebutkan, pihaknya hanya menfasilitasi pelaksanaan pemilu. Namun Ia menginginkan seluruh warga binaan Rutan Tanjungbalai Karimun yang memiliki hak pilih dapat mencoblos karena hal tersebut merupakan hak sebagai Warga Negara Indonesia. (parulian turnip)