Karimun, Lendoot.com – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Kabupaten Karimun capai angka 125 Kasus terhitung sejak awal 2022 lalu.
Kenaikan jumlah kasus itu terus terjadi dengan angka kematian sebanyak 1 orang yakni srotang anak warga Kecamatan Karimun. Bahkan, atas peningkatan itu Pemerintah Kabupaten Karimun sampai meluncurkan Gerakan Masyarakat (Germas) Pemberantasan Nyamuk DBD pada awal Februari lalu.
Kepala Dinas Kesehatan Karimun Rachmadi mengatakan, kasus terbanyak ditemukan di Kecamatan Karimun dengan jumlah 47 kasus, disusul Kecamatan Meral dengan 34 kasus dan Tebing 22 kasus.
“Sejauh ini kami mencatat ada 125 kasus. Kami juga sudah laksanakan Germas Pemberantasan Nyamuk DBD dengan penyebaran abate serta edukasi kepada masyarakat,” kata Rachmadi.
Rachmadi menyebutkan, dari data pihaknya DBD di Karimun saat ini didominasi oleh anak- anak.
“Kebanyakan ditemukan pada anak- anak,” katanya.
Rachmadi juga menyampaikan, kenaikan ini juga dipicu dengan perubahan musim yang terjadi di Karimun. Selain itu, kesadaran masyarakat akan penerapan 3M Plus juga masih kurang.
“Maka dari itu kami meluncurkan germas dengam melibatkan Puskesmas dan Kelurahan untuk sama- sama mengedukasi masyarakat,” katanya.
Ia berharap, masyarakat dapat berperan aktif dalam langkah mengantisipasi penyebaran DBD di Karimun. Salah satunya dengan meningkatkan disiplin untuk menjaga lingkungan.
Selain itu, membersihkan tempat- tempat sarang nyamuk untuk berkembang biak, termasuk tempat- tempat penampungan air dan lembab.
“Kesadaran masyarakat sangat penting dalam menjaga kebersihan lingkungan. Tidak mungkin pemerintah membersihkan sampah-sampah di lingkungan perumahan atau di belakang rumah masyarakat,” ujar Rachmadi.
Sementara itu, pemerintah juga melakukan pencegahan dengan melakukan pengasapan atau foging dilingkungan masyrakat, terutama wilayah yang terdapat DBD.
Namun demikian, foging tidak dapat terus dilakukan di lokasi yang sama. Sebab akan memberikan kekebalan pada nyamuk.
(rko)

