Bupati Karimun Aunur Rafiq. (ian)
Bupati Karimun Aunur Rafiq. (ian)

Karimun, Lendoot.com – Kabar pemberhentian atau pemecatan terhadap tenaga honorer Pemkab Karimun, bukan isapan jempol belaka.

Pasalnya, Pemkab Karimun sudah menunjukkan ketegasannya terkait disiplin pegawai. Dari 123 pegawai honorer dan honor kontrak Pemkab Karimun yang bermasalah khususna terkait pelanggaran disiplin, sebanyak 17 honorer di antaranya, sudah diberhentikan.

Kabar ini disampaikan langsung Bupati Karimun Aunur Rafiq usai menghadiri HUT Satpol-PP ke-67 dan Linmas ke-55 di halaman kanto Bupati, Senin (27/3/2017) pagi tadi.

“Dari 123, sudah ada 17 yang tidak diaktifkan (diberhentikan-red) lagi dan masih ada 106 dalam proses karena untuk memberhentikan itu tidak serta merta dengan sangat gegabah, sebab kita harus verifikasi dengan baik dan sekarang sedang berjalan,” kata Rafiq.

Rafiq mengatakan 106 pegawai yang belum selesai dilakukan verifikasi, ia memperkirakan pada pertengahan April 2017 sudah dapat diselesaikan. Selama dalam proses verifikasi tersebut, para pegawai honorer dimaksud tidak mendapat tunjangan apapun atau gaji.

“Mudah-mudahan pertengahan April ini proses verifikasinya sudah selesai dan selama masa proses itu mereka tidak digaji. Kalau digaji salah kita, jadi itu kita stop dulu,” ucap Rafiq.

Adapun jenis pelanggaran yang dilakukan para pegawai yang bermasalah ini, jelas Rafiq, mulai dari pindah tempat kerja atau bekerja di tempat lain, tidak pernah masuk sama sekali, dan berhenti atas kemauannya sendiri. (ian)