Karimun – Setelah 100 hari Pemerintahan Kabupaten Karimun dengan pasangan bupati dan wakil bupati baru, Iskandarsyah dan Rocky M Bawole atau kerap disebut IsRock, sejumlah permasalahan krusial masih belum terselesaikan. Salah satunya yang disoroti mahasiswa ada;ah persoalan sampah.
Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Pemuda dan Mahasiswa Tanjung Balai Karimun pekanbaru (HPM TBK-PKU), Jumat (30/5/2025) akhir pekan kemarin, menyoroti hal ini.
Mahasiswa menilai, pengelolaan sampah di Tanjungbalai Karimun, khususnya di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sememal, sangat memprihatinkan dengan banyak peralatan yang rusak dan terbengkalai tanpa ada perbaikan dari pemerintah daerah.
Ketidakjelasan pengelolaan keuangan daerah juga menjadi sorotan karena belum adanya laporan publik yang transparan mengenai penggunaan anggaran untuk pengelolaan sampah.
Kerjasama antara pemerintah daerah dan swasta yang telah terjalin, kata mahasiwa, seharusnya mampu memberikan solusi yang lebih baik.
HPM TBK-PKU mengusulkan beberapa solusi konkrit untuk mengatasi masalah sampah di Tanjung Balai Karimun, salah satunya, pengadaan peralatan dan teknologi yang tepat: Pemerintah daerah perlu mengadakan peralatan dan teknologi yang memadai untuk pengelolaan sampah, seperti mesin pengolah sampah dan fasilitas daur ulang.
Kedua, pengembangan Sistem Pengelolaan Sampah yang Terintegrasi: Pemerintah daerah perlu mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi, mulai dari pengumpulan, pengangkutan, hingga pengolahan sampah.
Ketiga, peningkatan Partisipasi Masyarakat: Pemerintah daerah perlu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah melalui edukasi dan pelatihan, sehingga masyarakat dapat memahami pentingnya pengelolaan sampah yang baik.
Terakhir, transparansi dan akuntabilitas: Pemerintah daerah perlu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah, sehingga masyarakat dapat memantau penggunaan anggaran untuk pengelolaan sampah.
“Pemerintah daerah dapat segera mengatasi masalah sampah di Karimun, dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup masyarakat,” harap sejumlah mahasiswa dari HPM TBK-PKU tersebut. (msa)

