Secara simbolis Kedinas Sosial Karimun memberikan alat bengkel kepada penerima bantuan program UEP di Yayasan Rehabilitasi Sosial SADO, siang tadi. (sjs)
Secara simbolis Kedinas Sosial Karimun memberikan alat bengkel kepada penerima bantuan program UEP di Yayasan Rehabilitasi Sosial SADO, siang tadi. (sjs)

Karimun, Lendoot.com –  Sebanyak 10 orang pengguna Narkoba mendapat bantuan program Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI. Bantuan ini disampaikan melalui Yayasan Rumah Rehabsos/LSM SADO (Sayang Anak Indonesia) di Sekretariat LSM SADO di Pertokoan Balai City Garden,  Kamis (14/9/2017) siang tadi.

Sebanyak 10 orang yang mendapat bantuan tersebut merupakan mantan pengguna Narkoba yang telah mengikuti rehabilitasi sosial di yayasan tersebut. Para Narkoba tersebut adalah mereka yang telah dianggap memiliki itikad baik meninggalkan kebiasaan buruk mengkonsumsi Narkoba, namun membutuhkan penghasilan untuk melanjutkan hidupnya di tengah masyarakat.

“Sebanyak 10 orang yang masing-masing mendapat Rp 5 juta itu merupakan mereka yang tidak memiliki pekerjaan lagi, tapi ada kemauan berusaha serta memiliki keahlian. Tujuannya, agar setelah mereka tidak lagi menjadi pengguna Narkoba dapat diterima di masyarakat dengan penghasilan dari program UEP ini,” kata Pembina Yayasan Rehabilitasi Sosial SADO, Linda Theresia kepada Lendoot.com.

Linda mengatakan, dari 270 pengguna yang mendapat pendampingan rehabilitasi sosial dari relawan Yayasan Rehabilitasi SADO, sebanyak 10 di antaranya memiliki kemampuan untuk berusaha. Dari 10 bantuan tersebut di antaranya untuk usaha perbengkelan, cafe, toko kelontong dan beberapa usaha pertanian dan ternak.

“Jadi yang diberikan tidak dalam bentuk uang, tapi bentuk barang penunjang usaha sesuai kemauan dan keahlian usaha mereka,” tambahnya yang didampingi sejumlah relawan yayasan tersebut.

Progam UEP ini adalah kali kedua dilakukan yayasan tersebut. Tahun lalu, kata Linda, sudah ada dua orang pengguna yang diberikan bantuan serupa. Dalam perjalanannya, lanjut Linda, satu berhasil mengembangkan usahanya dan satu lagi ditinggalkan usahanya karena sudah mendapatkan pekerjaan lain.

Hadir dalam penyerahan bantuan tersebut, Kepala Dinas Sosial Karimun Panji Sasmita dan Rido Palimo Insano dari Ditjen Kementerian Sosial RI. Rido mengatakan, kemungkinan penerima program UEA ini dapat bertambah ke depannya seiring keberhasilan para penerima saat ini.

Panji Sasmita mengungkapkan kebanggaannya atas perhatian pemerintah pusat kepada para mantan pengguna Narkoba tersebut. “Harapan kita, dengan bantuan ini para mantan pengguna Narkoba bisa kembali ke masyarakat dan bisa berdaya guna di masyarakat,” ungkap Panji. (fit/sjs)